Translate

Senin, 26 November 2012

KITA DAN CERITA-CERITA KITA


Dinda

Dinda
Sabarlah menanti
Tak akan lama lagi
Saat musim berganti aku pasti kembali
Percayalah
Hati ini sakit
Rindu akan hadirmu
##
Cahaya hidupmu
Penerang jalanku
Kau lah irama dalam laguku
##
Tak terasa tlah dua tahun kita tak berjumpa
Hanya rangkaian kata pengobat rindu yang terasa semakin dalam
Ingin segera pulang
Peluk dan cium kening mu
            (Fadly)







Dinginnya malam menyelimuti hati
Angin dan hujan tak juga berhenti
Menusuk relung jantung yang kian membeku
Di saat malam-malam sepiku tanpamu
##
Ku tatap langit hitam dan kelam
Bulan dan  bintang enggan menyapa
Mengusik hatiku yang dalam lamunan
Di saat kerinduan ku padamu
##
Andai ku bias melukis bayangmu
Biar ku simpan di relung hatiku
Andai ku dapat menyentuh bayangmu
Tak akan ku lepas kau dari genggamanku
Andai ku mampu memanggil hatimu
Akan ku tulis cerita hidupmu
Namun ku tau tak mungkin terjadi
Hanya hayalku dalam lamunan
            (Fadly)





Kutuliskan kisah ini
Diatas kertas putih
Menutup lembaran hitam
Yang lama terpendam
Kini tiba saatnya
Ku buka lembaran baru
Mencari penganti hati
Yang tlah lama hilang
##
Aku yang tersakiti  oleh mu
Yang terluka karnamu
Lalu kau pergi meninggalkanku
Rasa yang hancur di hatiku
Ku balut sendiri
Namun ku coba sendiri
Namun ku coba tuk memahami
##
kini pun kau datang
membawa cerita silam
maaf ku tlah terlanjur sakit karena mu
maafkan aku kasih
ku tak ingin kau kembali
karena ku tlah memilih pengantimu
            (Fadly)

Ya Illahi
Kenapa rasa sayang ini semakin utuh untuknya
Aku semakin iklas menjalani UjianMu
Karena ku percaya akan janjiMu
Tuk mempertemukan kita kembali, bersama lagi
##
Kan selalu ku mengukir dan melukiskan namanya dalam relung hati
Karena mawar putih itu hanya ntuk dia
##
Hanya tuk dia, bukan yang lain
Kan ku tempuh jalan nan suci meski di halangi kabut ketidak adilan
Dari lidah tak bertuan itu
Kan ku lafazkan namamu di akir doaku dan seluruh jagad ikut mengaminkan
            (Ghea)




Mawar yang dulu mekar,,,
Kini tlah berangsur layu
Hampir bewarna kelam seperti warna langit yang semakin pekat
Tanpa satupun bintang yang mau menemani
##
Sendu yang ku rasa di malam nan dingin dan sunyi ini
Ku rindu tawamu
Ku rindu candamu
Ku rindu cemasmu
Bahkan ku juga rindu akan marah mu
##
Tlah lupakah kau jalan pulang
Tlah lupakah kau akan kebiasaanmu
Sebelum beranjak ke dunia mimpi
Setangkai mawar putih di sisi kananku
Dimanakah semua itu
Ku disini masih setia menanti hadirmu
Dengan sejuta Tanya dan berharap balas berujung kasih
            (ghea)






Izinkan ku menangis dan bersandar di bahumu
Ku mohon
Izinkan kau
Ku berjanji
Ini yang terakir kalinya aku menangis di hadapmu
##
##
Tak banyak harapku
Hanya ingin mawar yang layu bahkan hampir mati
Mati karena penghianatan lidah tak bertuan itu mampu mekar kembali
##
##
Kembali tanpa tangis
Yang ada hanya ketulusan
            (Ghea)


                        “Apa Adanya”
Aku jatuh cinta
Ku jatuh cinta padamu
Bukan karena rupamu
Bukan karena hartamu
##
##
Ku cinta kau apa adanya
Ku mencintaimu karena ketulusan mu
Ku serahahkan hati ini untukmu
Ku serahkan cinta ini untuk mu
##
##
Ku cinta kau apa adanya
Kau yang ajarkan aku ketulusan
Jaga cintaku
Setialah menunggu kasih
Sepert setianya matahari pada pagi yang selalu menyinari
##
Sekali lagi ku cinta kau apa adanya
Setia lah menunggu hingga ku pulang
            (ghea)



Bukan Mimpi

Memiliki mu adalah anugrah terindah bagiku
Mencintaimu dengan setulus hati adalah takdir bagiku
Selalu bersamamu adalah impian bagiku
##
Kasih percayalah
Ini bukan hanya sekedar mimpi
Ini impian aku dan kamu
##
Ku ikrarkan namamu di relung hatiku
Satu tuk selamanya
Ini bukan mimpi
Ini aku dengan ketulusanku
Satu tuk selamanya
Kita selalu bersama
Mengarungi mimpi
 Yang akan jadi nyata
            (Ghea)






TErbang

Pegang erat tubuhku
Dan rasakan setiap hembusan angin
Ku ingin bawa kau terbang
Menembus awas

Ku ingin bawa kau terbang tinggi
 Menggapai kebebasan hati

##
Pegang erat tubuhku
Pegang erat tubuhku
Jangan pernah kau lepaskan
Dan kita akan menari bersama menembus awan biru
Karena kau akan selalu terbang bersamaku
Menembus asa dan cinta
            (Ghea)







Ku akui aku pernah menorehkan luka di hatimu
Ku akui, ku pernah menghianatimu
Tapi jangn hukum aku seperti ini
Beri aku cinta yang pernah kau lukis di hatiku seperti dulu
##
##
Bukalah pintu hatimu kembali
Maafkan aku kasih
Kita jalin hari indah kembali

##
##
Ku akui, ku tak sanggup tanpamu
Sekali lagi maafkan aku
Maafkan diri ini yang sempat menoreh luka di jiwa sucimu
            (Ghea)









Melepaskan bayangan dirimu
Yang tertera dalam hatiku
Ku pejamkan mata ini
Tuk melepaskan semua perihku
##
##
Seperti kau yang tak pernah bisa
Mengenaliku dalam hidupmu
Selalu kau yang paling bearti
Dan tak pernah mencoba mengerti
Lelah mencoba ntuk bertahan
Memendam rasa di hatiku
Berharap engkau memahamiku
Ternyata aku salah menilai mu
            (Fadly)










Bersamamu hujan
Hapuslah duka ini
Dengan tetesan mu
Yang membasahi wajahku
##
##
hapuslah air mata ini
tukarlah ia dengan senyuman
senyum ke bahagiaan
##
Kan ku nanti pelangi di balik hujan
Yang akan mewarnai
Hidupku bersamamu
Meski senja tlah menjelang
Dan siluet tlah membayang di ujung pantai
Bersamamu hujan
Ku hapus dukaku
Demi cinta baru
Demi mimpi-mimpi
Bersamamu hujan
Bersamamu hujan
Ooo bersamamu hujan
Selamanya kita bersama di bawah tetesan hujan
            (ghea)



Di setiap nafasku selalu mengingatmu
Seperti butiran tasbih yang selalu ku lafazkan

Ya Rabb,,
Dzat yang maa agung
Jagalah ia yang ku cinta karena mencari RidhoMu
‘Lindungi ia
 tak akan pernah berhenti butiran tasbih ini bergulir di jemariku
ya Illahi jagalah ia
            (Ghea)













Sempat ku membenci cinta
Dan membungkusnya dalam peti kematian
Dengan setangkai mawar hitam di sisiku

Sekarang tangan takdir berkata lain
Asa itu kembali hadir
Mawar itu mulai berbunga lagi

Trimakasih wahai penguasa jagat
Alunan biola itu mulai ku dengarkan lagi
Denting piano itu mulai menguluarkan nada  syahdu lagi

Asa hadir bersamanya
Tak ada kepura-puraan

Aku jatuh cinta padamu ntuk yang terakir kalinya
Di kala mentari beranjak ke bumi lain
                        (Ghea)







Aku bukanlah mentari yang dapat menyinari seluruh alam semesta
Aku bukanlah rembulan yang dapat memberikan
Keindahan di sepanjang malam
Aku bukan lah  bntang yang setia menemani bulan
Aku bukan lah bumi yang dapat memberimu kebutuhan setiap insane
Dan aku bukanlah malam dan siang yang dapat merubah gelap menjadi terang

Tapi aku adalah waktu
Waktu dimana akuberusha menyinari kehidupanmu
Membeir keindahan di hatimu
Yang selalu setia padamu
Dan selalu ada kapanpun kau butuhkan
Dan merubah
Hidupmu yang gelap menjadi terang
Itulah waktu
Waktu dan waktuku ingin bersamamu
            (Fadly) kata-kata pertama yg d tulis langsung “WAKTU”








Di malam ini ku coba merangkai kata yang kedua
Dimana hatiku berselimutkan tentang bayang semu yang belum dapat ku sentuh
Yaitu rindu
Aku tak akan merindukan kecantikan
Aku juga tak akan merindukan senyumanmu
Aku juga tak akan merindukan tawamu
Dan aku juga tidak akan merindukan candamu
Aku tak merindukan cintamu
Aku juga tak merindukan sayangmu
Dan aku juga tak merindukan kasih mu
Tapi aku hanya merindukan kehadiranmu
Dimana kehadiranmu akan membawa bayangan semu itu seakan nyata bagiku
            (Fadly)












Hadirku bukan karena panggilan
Hadirku bukan karena kasihan
Hadirku bukan karenajiwa dan raga
Hadirku bukan karena serpihan
Dan hadirku juga bukan karena selir


Melainkan hadirku karena lembaran hitam yang kau miliki
Ingin ku kembali dengan cerita yang berbeda dari kalbu ku sendiri
Bukan dari yang sebelumnya kau alami
Hadir,,,,
Hadirlah cerita tentang kita

            (Fadly 2012.07.17       21.50)
                        Mkasi syng J










Sudah berapa kali ku katakan
Tak usah kau dengar kata mereka
Mereka selalu meneriakan bahwa kita berada di tempat terpisah

Kau separuh dari hidupku
Kau begitu nyata bagiku
Kau selalu ada disisiku
Meski hanya aku yang bias rasakan dan melihat kehadiramu disisiku

Cinta yang tulus membuatku mampu setia
Menunggumu
Sekali lagi
Kita tak terpisahkan
Kita berada di tempat yang sama
Meski hanya kita yang bisa lihat dan rasakan
Karena kau lah separuh jiwaku
            (Ghea)








Ketika cinta mulai bertasbih
Ku panjatkan doaku
Dalam mihrab cinta yang suci
Dalam sanubariku
Demi keridhoan dariNya
Kan kubacakan ayat-ayat cinta
Sampai engkau terharu, Menangis, dan bahagia mendengarnya
Dalam tasbih di jemariku
Seraya ku lantunkan syair nan indah dalam hidupmu tanpa engkau berhenti menikmatinya
Nada-nada dari suaraku
Dan ku tuliskan puisi ntuk jiwamu dan rangkaian
Kata yang penuh bermakna dengan
Dan tiba tlah di akir penghujung laga ku
Mengikrarkan qalbu tuk mengharapkan satu keinginan dariNya
            (fadly)










Bagaikan dedaunan layu di kekeringan
Dan dahaga mengharapkan rindumu

Senyum, tangis, candamu senantiasa
Di kalbuku
Namun kini kau tiada di sisi,,,
Berikanlah ku sinaran agar ku dapat menempuh perjalanan hidupku

Dan seakan bayangan semu
Itu mencerminkan rindu nan syahdu di relung hatiku
            (Fadly)





Rindu itu melekat erat di jiwaku
Cinta itu tertanam indah dari lubuk hatiku
Kasih sayang itu,, denting dawai gitar  dalam irama laguku

Semua itu hanya cukup tuk aku rasakan
Tapi, rasa ingin memiliki mu adalah hal yang terindah dalam hidupku
Waktu
Waktu
Waktu dan takdir yang akan menentuka
            (fadly)





Cintailah aku secara sederhana
Tapi jangan pernah samakan kasih sayang ku dengan bunda
Kasih sayang seorang bunda tidak aka nada yang bias menandingi
Tapi jangan ragu
Karena aku mempunyai caraku sendiri menjadi kan kau bearti di hidupkan
            (Ghea)



Ku tak akan pernah menyamakan kasih sayang seorang ibu dengan mu
Dan juga tak akan pernah menandingi kasih sayang seorang ibu  dengan mu
Karena hal itu sangat jauh berbeda
Dan ku pun juga mencintaimu dengan sangat sederhana
Dengan caraku sendiri
Tuk menjadi yang terbaik bagimu
 (Fadly)








Di kala anak cucu adam sibuk dengan alam mimpinya
Sedangkan aku masih terjaga hingga panggilan Illahi datang
Ku usapkan air wudhu di wajah ini
Ku dirikan tahajudku dalam keheningan
Dan kesunyian malam

Ku biarkan tangan ini mengangkat takbir hingga ujung salam

Ya Illahi, ku mencintainya karena mencari RidhoMu
Ridho kedua orang tuanya dan ridho para sahabatnya
Maka satu pintaku
Satukanlah kami dalam sakralnya pernikahan
Menjadikan ku yang halal baginya
Hingga bidadaripun cemburu olehnya
Dan biarkanlah para malaikat ikut mengaminkan pintaku
            (Ghea)









Masih sama dengan tahun sebelumnya
Dan akan selalu sama
Surge di bawah telapak kaki Ibu
Aku merasakan dan mendapatkan ketenangan itu

Masih sama seperti tahun sebelumnya
Dan akan selalu sama di tahun berikutnya

Air mata beliau
Berlinang sebelum adzan subuh berkumandang
Meski tangan ku belum mampu menghapus tangis itu

Tapi ku ingin melakukannya
Dan berharap jika DIA
Memberikan ku kepercayaan
Anak-anak ku juga melakukan hal yang sama saat ini
Suatu hari nanti
Dan memeluk erat tubuhnya
            (GHEA)






Di depan mereka aku begitu tegar
Dan berdiri tegap di depan podium
Tepuk riuh pun ku dengar di akir ucapku

Tp knp semua berbalik
Ketika aku berada di sisimu
Begitu manja, bahkan menjadi penakut
Meski kau hanya menjarak 1 cm dari sisiku

Bahkan hal yang paling ku benci pun jatuh seketika ketika ku rindu
Rindu akan hadirmu
“Air mata” jatuh berurai akan hadirnya dirimu dalam setia mewaktu
Hingga Ia izinkan kita berjumpa

Lemah dan rapuh tanpa hadirmu
Meski ku berusaha tegar
Tapi ketahui lah wahai lelakiku
Aku tak setegar itu tanpa kau di sisiku
Dan temani aku hingga lelapku
            (Love u jelek J )





            “Without reason”
I never see your face
I don’t know your background
Where you are from

I am falling in love
I love you without reason
Like the wind, I cant see it but I can feel it

You touch my hand when I am in the dark
My heart beat so fast
I raise my hand and pray to Allah
“ I want to spend my life time to loving him,
Spend my days as his wife
As a mother for our children,
I want him to lead me till the end of the day
We meet in the heaven of Allah”
Amen
I love you without reason”






Izinkan aku untuk selalu berada di sisi mu
Dekap erat tubuhku dan jangan biarkan aku pergi
Jadikanlah aku permaisuri di hidupmu
Yang akan berbagi suka dan duka tentang hidup ini
            (Ghea)

Akan ku izinkan kau selamanya di sisiku
Dan akan ku dekap erat tubuhmu
Dan tak aka nada kata berpisah dan beranjak dari hidupmu
Karena cintaku tlah sepenuhnya untukmu

Akan ku jadikan kau permaisuri di hidupku
Baik suka maupun duka
Dan kita akan selalu bersama selamanya
            (fadly)






Terus bertahan  melawan waktu
Meski menghujam rasa di hatimu
Ku coba mengerti akan dirimu
Yang merindukan semakin dalam

Kau menangis bahagia
Dalam kerinduan akan hadirku memeluk drimu
Kau pun tersenyum dalam tangismu
Mengobati rasa yang kini ada
Di hatimu
(Fadly 2012.07.30 20:50)







Sejak bertemu dengan mu
Aku menemukan arti bebasku
Aku menemukan arti cantik dari dalam hatiku
Aku menemukan arti ceria Ku
Dan menemukan arti Tuhan ku lagi

Kaulah malaikat perantara sang Khaliq
Yang akan mengantarkan aku menuju FirdausNya
Kau membuat ku beharga di mata dan di hidupmu

Tak akan pernah  ku biarkan air mata ini jatuh
Walau hanya setetes saja
Karena duka yang di tinggalkan
Oleh lidah tak bertuan itu

Ingin ku selalu bersamamu
Hingga nafas terakirku
Imamku
            (Ghea)






Tiada hal terindah bagiku
Sebagai seorang perempuan
Selain menjadi yang halal bagimu
Kau selalu kecup kening ku di akir salam

Dan air mataku jatuh
Karena saat itu lah aku menjadi makmum mu
Yang akan selalu mematuhi semua ingin mu
Karena keridhoanNya

Tanpa suara
Hanya penghayatan ang begitu dalam terhadap takdir Illahi

Dan ku kan selalu setia menunggu pulang mu
Dengan sejuta kasih dalam keabadian
            (Ghea)









Saudariku Wilda dan Chicha
Mau kah kau ajarkan ku arti perempuan shaleha itu lagi?
Ucapan kau yang sering ku abaikan dulu
Terselip rasa iri di hati ini
Ketika melihat anggunnya wajahmu dalam balutan kain yang menutup makhkotamu

Ku iri ketika kau bercanda denganNYA
Di kala bumi begitu senyap
Meski secara diam-diam ku juga pernah melakukannya

Meski hanya berbatas kota
Tapi ku merasa kehilangan isyaratmu wahai saudariku
Ku tak butuh banyaj jawaban
Cukup katakan “IYA” atau “TIDAK”

Hanya tangis yang kurasakan ketika takbir menggema di  benakku
Dan ingin kembali padanya
            (Dedicated to Mak Cik n Adk Kcik Ku )