Translate

Rabu, 07 November 2012

BUBU (bulet buntel) Aku Jatuh Cinta Padamu


Sebenarnya Hanya mengungkit cerita lama Tentang aku Dan Bubu. Eitsssss,,,,,,,,,,,,,, Bubu bukanlah kekasihnya penyanyi yang melantukan lagu "SESUATU". Bubu alias bulet buntel adalah kucing Ibuku. Jujur sebelumnya aku dulu tak begitu menyayangi kucing apalagi sampai memandikannya tiap hari jumat (kadang di bantu m adek ku Icha). Ketika melihat Bubu pertama kali lahir ada rasa gemes melihatnya hehehe. Meski Ibu melarang ku untuk mendekati Bubu terlalu dekat karena Bulunya yang membawa virus tetapi aku tak peduli. Aku Jatuh cinta pada pandangan pertama
  Bubu sebenarnya memiliki saudara 3 ekor, tetapi karena ada kucing nakal yang iri pada ibunya maka tiga rekan Bubu di terkam :-( (sadis bgt lu cing ). Kematian 3 rekan Bubu tidak begitu memprihatinkan bagiku karena namanya juga kucing tidak akan ada yang namanya hari pembalasan hehehe.
  Bubu di lahirkan pada bulan Juni 2012 lalu menjelang subuh di kamar ku. Aku masih mengingat dengan jelas merahnya badan Bubu karena masih di baluti oleh darah saat sang ibu melahirkannya. Lucu, lucu sekali :-). Aku bisa merasakan bagaimana kasih sayang yang sang ibu berikan ketika membersihkan darah yang tersisa di tubuh Bubu dan tiga rekannya. Bubu kelihatan sangat manja, itu bisa aku liat saat dia mengeliat sana sini karena kekenyangan habis menyusui. Bubu semakin cantik ketika selesai di bersihkan oleh ibunya. Mata bubu nan indah baru bisa terbuka dengan sempurna ketika dia telah berusia tiga hari, begitu pun dengan tali pusarnya yang putus. Aku semakin bahagia karena bisa melihat perkembangan Bubu yang kebetulan saat itu saya sedang libur semester. Jadi punya banyak waktu bersama Bubu. Hanya dalam waktu seminggu Bubu tumbuh begitu cepat mungkin agak berbeda dengan kucing-kucing lainnya. Alasan kenapa aku memberikan nama Bubu karena begitu cepat badannya "Ndut" hehehehe.
  Bubu benar-benar membuat ku jatuh cinta apalagi badannya yang semakin ndut itu,. Aku masih ingat pagi itu. Bukannya mencuci muka yang ku lakukan malah mencari Bubu di ranjangnya dan membersihkan bulu-bulunya yang sering rontok hehhehe. Dua minggu tlah ku lewati bersama Bubu, liburan ku serasa semakin terkesan dengan kehadirannya apalagi Bubu berhasil mengalihkan perhatianku pada sang Kekasih hati yang sering ku panggil "Beruang kutub". Bubu mulai lincah dalam bermain dan aku pun tak mau kehilangan kesempatan untuk memanjakan dia. Bahkan sempat aku, adiku dan ponakan ku berebut untuk memanjakan Bubu. Kala malam datang, aku membiarkan Bubu menyusu dengan Ibunya hingga kenyang. Setelah itu aku mengangkatnya ke dalam pelukan ku. Hingga saat ini aku masih bisa merakan hangatnya tubuh Bubu. Dia begitu tenang meski aku memainkan kumisnya yang sudah mulai panjang hehehhe. Bubu tertidur hanya dalam hitungan menit saja, mungkin karena dia sudah kekenyangan makanya bawaan ntuk ngantuk cepat hehehe.
    Bubu bangun dari tidurnya esok hari, lucu sekali ketika dia menjilati mata ku. Entah sebagai tanda "Ghea bangu, udah terang matahari neng, tidur mulu kamu". Mungin seperti itu maksud Bubu padaku. Aku membelainya manja. Bubu semakin lucu bahkan dia bisa menggerakan dua kakinya ke atas dan hanya bertumpu pada dua kaki saja. lucu dan sangat lucu sekali apalagi sekarang dia sudah mengerti ketika aku panggil namanya. Bubu meliuk-liukan tubuhnya di atas kasur dan mengeliat sana sini.
    Sudah hampir tiga minggu bersama Bubu di rumah, Sore ini aku ingin pergi ke pasar dan ingin rasanya aku membawa Bubu lalu memasukannya ke dalam keranjang belanja ku tetapi sayangnya Ibu ku tak mengizinkan takut Bubu jadi "Kucing preman pasar" hahhah ada ada saja ibuku ini. Ada perasaan tak enak dalam benak ku, tetapi aku tetap pergi, hanya berselang setengah jam Icha menelphone ku " Kak Bubu berdarah :-( kucing kemaren tu datang lagi, kaki Bubu di gigit". Air mata ku jatuh,penyesalan ku timbul kenapa aku harus ninggalin Bubu tadi, kalau aku ngk ninggalin dia pasti dia ngk akan terluka. Segera aku pulang dan melihat Bubu terkulai lemas. Ibu bubu berada di samping nya dengan wajah sedih di temani Ibunda ku juga. Sejak kejadian itu Aku tak mau Bubu kenapa-kenapa bahkan untuk ke Kamar mandi pun aku membawanya atau memastikan dia aman berada di tangan Adik ku.
   Cinta ku terlalu dalam untuknya, Bubu semakin tumbuh besar. Aku dan Ica memutuskan untuk membuatkan nya Jas dan Tuxido sebagai baju lebaran untuknya. Walau tak mengerti tapi ketika kau katakan "Bulet buntel ku sayang, Chicha mau membuatkan mu Baju lebaran warna Pink, cantik banget kalau kamu make ntr". Bubu langsung mendekat dan mencium pipiku. Aku sangat merasakan kehangatannya. 
    Dua minggu menjelang lebaran aku harus meninggalkan Bubu untuk beberapa hari mungkin hingga malam takbiran karena aku harus pergi ke kota Padang. Ada urusan yang harus ku selesaikan. Aku menitipkan Bubu kepada mereka yang di rumah. Ku kecup keningnya dan say "good bye". "Bubu kamu baik-baik ya d humz, ngk boleh nakal, kalau nakal nanti ngk di kasih Amy kamu makan ntr hehe". Entah kenapa seolah aku merasa kalau Bubu adalah manusia. Dan tak pernah luput Bubu dalam pembicaraan ku dengan kekasih hati Beruang Kutub, yang kadang iri karena Bubu is number one'
   Berada di kota Padang tanpa Bubu sunyi rasanya, ingin aku segera pulang dan menjemputnya. Bahkan saking rindunya aku pada Bubu aku sempat menangisi dia, aku ingin memanjakannnya. Tak pernah sekali pun aku absen untuk menelphone pulang sekedar menanyakan kabar Bubu. Mereka mengatakan kalau Bubu semakin sehat. Tak sabar rasanya ingin segera pulang. Besok ternyata 2 hari menjelang lebaran dan aku segera pulang. Ingin jumpa dengan Bubu. Ketika aku pulang tak satu orang pun membicarakan Bubu. aneh itu yang kurasa sampai akirnya aku m=bicara pada adik ku Ica
"SEpi
baju Bubu kok di gantung?
Bubu mana?
kakak Kangen padanya
Bubu,,,,,,,,,,,,
pussss pusss kamu dimana sayang"
tak seorang pun yang menjawab

"Bubu dah mati kan 3 hari setelah kakak ke padang, bg fadli tau tp d blg jgn ksh tau kakak dulu. Bruuuuuuuuuuuuk,,jantung ku kemudian langsung berdetak begitu kencang. Aku tak percaya bubu tlah pergi,,,
untuk siapa tuxido ini
untuk siapa jas ini?
Bubu mati di bunuh oleh kucing yang juga membunuh ketiga rekannya. Aku tak tau apa tujuan kucing itu membunuhnya :-(. Dendam apa yang ia simpan?

tlah beberapa Bulan Bubu pergi aku masih menganggapnya ada
Aku masih bisa merasakan manjannya Bubu
Aku berharap akan ada Bubu ku lagi
Bubu selalu hidup di jiwa ku
Aku rindu kamu Bulet Buntel ku 
T_T
T_T
:-(
rest in peace sayang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar