Translate

Rabu, 07 November 2012

I Love Kids







  • Aku bahagia masih memiliki Ibu, Ayah dan keluarga yang utuh. Mereka memberika perhatian yang penuh untuk ku. Tak pernah sekali pun mereka nengeluh akan sikap dan tindakan yang aku lakukan. Hanya nasehat yang selalu menjadi penyejuk hati bagi mereka. Walau kadang sempat terbesit di benak ku Rasa kesal (Meski hanya sesaat) di kala keinginan ku tak terpenuhi oleh beliau. Rasa egois kadang muncul dan ingin menguasai. Masih teringat di kala aku kecil, Aku tidak mau makan hanya karena Ibu telat memberikan nasi padaku, bahkan tidak sopannya aku membuang makanan itu ke tanah lalu menangis. Ibu tak memarahi ku, beliau hanya merangkul dan kemudian mengemasi nasi yang sudah berserakan. Mungkin tidak hanya aku yang mengalami hal yang seperti ini, kebanyak dari kita juga melakukan hal yang sama. Tanpa kita sadari pelukan dan kasih sayang yang diberikan oleh kedua orang tua hanya di anggap sebagai tanggung jawab beliau dalam mengurus anak, itu saja tanpa memikirkan hal yang lain yang tidak di miliki oleh orang lain sebut saja Adek-adek di panti asuhan
  •  
 "Balon Cinta" dari adik-adik di panti asuhan,,, begitu tergambar dengan jelas senyum merekah dari bibir mereka yang tidak berdosa. Ada yang di tinggalkan karena himpitan Ekonomi, Korban Gempa Mentawai dan ada yang di tinggal kan saja di depan Pintu Panti asuhan tanpa tau dosa apa yang telah mereka perbuat sehingga sang Ibu tega meninggalkannya. Aku masih ingat ketika pertama kali aku menjumpai mereka bulan Juni lalu, Ada yang bernama "Tata" gadis mungil yang baru berusia 6 tahun, dia berusaha mencari perhatianku dengan berbagai ulah seperti mengganggu teman di sebelahnya yang sedang belajar atau menjatuhkan salah satu buku yang terpajang di rak-rak. Tertawa geli aku melihat tingkahnya nan lucu itu. Aku menemukan bahagia ku di sini, Rumah keduaku "I Love Kids" itu kata yang muncul di benak ku. Bermain bersama mereka menghilangkan penat di kepalaku setelah seharian beraktivitas di kampus. Senja semakin beranjak menuju datangnya seruan Adzan Magrib dan itu saatnya aku dan teman teman (Salam, chicha, wilda, Widia, Khairat, Ria , Ranti dlll) untuk kembali ke kosan masing-masing
     Masih canda dan tawa yang kurasakan saat itu hingga Tata kembali memeluk ku. Air mata ku Jatuh ketika Dia berkata "Kak sering-sering main ke sini yach, aku rindu kakak dan kawan-kawan". Antara sadar dan tidak dengan ucapan Tata, air mataku jatuh sekaligus mencambut nuraniku. Seperti itu mereka merindukan hangatnya pelukan dan kasih sayang. Mereka sangat membutuhkan belaian itu. Kini aku sadar betapa sayangnya Kasih Ayah dan Bunda hingga aku tlah dewasa seperti saat ini. Sedangkan para malaikat kecil ini hanya menunggu kasih sayang dari mereka yang peduli. Tak ingin lagi ku buat Ibu kesal, Tak ingin lagi aku membuang makanan karena di Luar sana dan juga tepat di depan mataku mereka sangat membutuhkan makanan itu.
   Trimakasih wahai malaikat-malaikat kecil ku, Kau ajarkan aku arti hidup, cinta dan kasih sayang melalui sikap mu. Ku ingin kau jadi orang yang bermanfaat kelak demi baktimu pada nusa, bangsa dan agama. Buatlah orang tua mu bangga di Surganya


Thanks to Salam, Chicha, Widya, Wilda yang sudah membawa ku mencari arti bahagia ^_^
  •  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar